PAC GP ANSOR NOGOSARI GELAR RAKERANCAB DAN HALAL BI HALAL


foto dokumentasi Halal bi halal & Rakerancab


Ketika melihat sesuatu, perhatikanlah isinya bukan chasingnya, karena tidak diperlukan dalil untuk melakukan kebaikan. Seperti halnya Halal Bi Halal tidak ada dalil dalam sejarah baik dari Al Quran dan Hadis. Namun hal ini lebih menambah rasa bakti anak kepada orang tuanya, menjaga silaturahmi dan sebagai ajang saling bermaaf-memaafan.



Hal itu dipaparkan Kiai Abdul Wahid ketika menyampaikan sambutan pada acara "Rapat Kerja Anak Cabang (Rakerancab) dan Halal Bi Halal" di kediaman sahabat Syamsul Ma'arif, Desa Rembun, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Jumat (21/5/2021) malam. 


Acara  yang dipimpin oleh sahabat Nur Sodik, selaku Ketua PAC GP Ansor Nogosari, ini di awali dengan pembacaan Dzikir dan Tahlil yang dipandu oleh sahabat Ikhsanudin, dilanjut pembacaan Maulid  oleh sahabat Mulyadi yang diiringi Hardroh Al Murtadlo. 


Selain dihadiri pengurus harian dan anggota Ansor-Banser Nogosari, acara juga dihadiri Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Boyolali, Gus Husein Ahmadi. 


Dalam sambutannya, Gus Husein menyampaikan, Rakerancab ini bukan hal biasa tapi hal yang luar biasa, karena Rakerancab ini untuk "kali pertama" diadakan di Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Nogosari.


"Rakerancab untuk menyusun program atau rancangan kerja anak cabang, untuk ditetapkan dan jalankan dengan baik, harmonis dan dinamis, maka diperlukan sinergi antar lembaga yang ada," terang Gus Husein.


Senada dengan Ketua PC GP Ansor Boyolali, sahabat Nur Sodik berharap sinergi antar lembaga penting agar lebih optimal dalam menjalankan program-program yang telah ditetapkan dalam organisasi.



"Dengan mengajak pengurus bekerja sama untuk mendorong kemandirian organisasi melalui optimalisasi potensi, sehingga masing-masing lembaga juga akan beritikad memberi kontribusi yang positif," jelasnya.(Sulistyawan) 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sedekah Tak Harus Rupiah

Kronologi Resolusi Jihad, Bagaimana Urutan Peristiwa

KISAH NYATA HABIB LUTHFI BIN YAHYA DIBERI CINCIN OLEH RASULULLAH SAW